Dengan semakin banyaknya orang yang terus menggunakan web untuk mendapatkan atau tukar-menukar informasi, web spoofing telah menjadi metode penyerangan yang menarik bagi hackers untuk mengumpulkan informasi yang berharga. Web spoofing memungkinkan penyerang untuk menciptakan “shadow copy” dari seluruh World Wide Web. Akses ke web bayangan diarahkan ke mesin penyerang yang memungkinkan penyerang untuk memonitor seluruh aktivitas pengguna termasuk mendapatkan dan mengubah informasi yang ditransfer melalui web tersebut. Serangan yang demikian memberikan metode bagi penyerang untuk mendapatkan informasi yang bersifat pribadi password, nomor rekening, alamat, nomor telepon dan lain-lain. Sebagai tambahan, serangan ini dapat digunakan untuk memberikan informasi palsu yang menyesatkan pengguna sehingga menyebabkan salah satu tipe dari “Denial of Service” attack dengan meniadakan akses pengguna ke informasi web site yang diinginkan.[1]
IP spoofing adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mendapatkan akses secara ilegal ke komputer lain. Hacker mengirimkan data ke komputer lain dengan alamat IP yang seakan-akan berasal dari komputer yang dikenal.[2]
IP spoofing adalah serangan dimana seorang penyerang pretends untuk mengirim data dari alamat IP selain sendiri. Lapisan IP yang menganggap bahwa sumber alamat IP pada setiap paket yang diterimanya sama dengan alamat IP sebagai sistem yang sebenarnya dikirim paket – ia tidak otentikasi. Banyak protokol tingkat tinggi dan aplikasi ini juga membuat asumsi, sehingga seolah-olah ada yang dapat memalsukan sumber alamat IP paket (dinamakan “spoofing” alamat) bisa mendapatkan hak istimewa yang tidak sah.[3]
Penggunaan Spoofing
Penggunaan Spoofing baik itu ip Spoofing ataupun web Spoofing sangat erat kaitannya dengan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Jadi, akan sangat erat dengan tipe pemrograman connection-oriented. Antara client dan server memiliki hungungan komunikasi terbuka dan aktif saat aplikasi mulai dieksekusi sampai aplikasi ditutup.[4]
Dalam banyak kajian literatur yang penulis dapat, spoofing memang lebih diidententikkan dengan hacker atau orang yang mendapatkan akses ilegal dari pengguna internet yang lain. Karena pengunaannya yang digunakan untuk mendapatkan akses secara ilegal dari client atau pengguna. Orang yang mendapat akses ilegal ini mengirimkan data ke komputer lain dengan alamat IP yang seakan-akan berasal dari komputer yang dikenal.
Agar bisa melakukan spoofing, hacker terlebih dulu harus mencari sasaran yang akan dijadikan korban sebagai sumber spoofing, kemudian merubah / intercept paket header data dan dikirimkan ke komputer yang menjadi target.
Secara ringkas cara kerja dari spoofing yakni setelah menulis ulang URL maka terjadi langkah-langkah berikut pada waktu serangan spoofing :
1. Pengguna merequest sebuah URL dari web browser.
2. Sever penyerang mendapatkan halaman yang diinginkan dari web server yang sebenarnya.
3. Web server yang sebenarnya menyediakan halaman tersebut ke server yang dimiliki oleh penyerang.
4. Server penyerang menulis ulang halaman yang dimaksud.
5. Server penyerang memberikan versi halaman yang sudah ditulis ulang kepada pengguna.
Rujukan
[1] Hendry. Web Spoofing. 2009
[2] Harry. IP Spoofing .http://hr2009.blogspot.com/ diakses tanggal 05 Mei 2009
[3] Chambers, Chris dkk. TCP/IP Security. Ohio State University Columbus. Ohio
[4] Santoso, Budi. Belajar Sendiri Pemrograman Client/Server dengan Java 2. 2003 PT. Elex Media Komputindo. Jakarta
